sd main logo
Bahasa Indonesia
BUDIKDAMBER OFFICIAL 
Menu

Jurnal Budikdamberis 

12 Jul 2020

Widyawati, Jawa Tengah

Menunggu calon majikan datang😘 hari ini ember ke empat saudara...alhamdulillah

Aamiin...mmg ga semua berminat untuk jualan staterkit spti saya...banyak teman teman dingroup yang menganggap budikdamber hanya sambilan...

Tapi jujur semenjak covid..saya yang kerjaannya sehari hari jahit sprei..
Mati gaya....ga ada yang mikir mau ganti sprei sementara buat makan saja susah...ada nya budikdamber membantu banget...harapan besar saya ada di sini...saya punya ember.lele dengan ilmu yang sy dapatkan di group ini...saya juga bisa jualan staterkit...
Dan mungkin dengan banyak kolaborasi....akan banyak kegiatan yang bisa mendatangkan rejeki buat teman teman yg mmg lagi butuh peluang spti saya

Justru dengan jualan staterkit saya bisa mengamalkan apa yang saya dapatkan...ada yang mau beli ember...saya ajak gabung di group ini...saya coba bimbing sesuai petunjuk para suhu di sini...dan InshaAlloh saya pun ingin membuat dan mengajak budikdambers lokal wilayah sini untuk bikin semacam paguyuban..
Guna memasyarakatkan budikdamber..

Nama:
Komentar:
11 Jul 2020

Nina, Bogor

Hobi Two in One

Budikdamber (Budidaya ikan dalam ember) dan gardening untuk ketahanan pangan di tengah pandemi Covid19

Assalamualaikum Wr.wb

Pandemi Covid19 memberikan waktu luang untuk sebagian orang di seluruh belahan dunia. Banyak yang harus kerja dari rumah, atau bahkan di berhentikan dari pekerjaannya.
Alhamdulilah saya sebagai salah satu orang yang terkena dampak dari covid19 ini.
Karna kegiatan belajar mengajar di lakukan dari rumah, banyak waktu luang yang tak ingin di sia-siakan.

Awalnya saya hanya memanfaatkan lahan kebun untuk bercocok tanam berbagai macam sayuran untuk kebutuhan dapur sendiri.
Setelah membuahkan hasil, cukup untuk di makan sendiri dan di jual, saya melihat ada postingan tentang budikdamber.

Penasaran dong, saya baca dan pelajari. Tapi belum sampai action.Hanya sekedar tau saja.

Dalam bercocok tanam saya banyak menemui kendala, diantaranya adalah penggunaan pupuk untuk tanaman. Tanamannya yang tadinya bagus, saya pupuk pakai urea. Hasilnya bukan malah bagus dong, malah innalillahi 😅

Tapi dari situ saya belajar, istilah nya learning by doing.jika tidak semua tanaman dapat menggunakan pupuk yang sama.

Setelah pikir-pikir dan masih tersisa waktu luang, saya membeli 2 ember pertama untuk budikdamber. Di tambah 1 ember yang sudah ada dirumah. Awal tebar bibit sebanyak 190an ekor untuk 3 ember bibit ukuran 10-14cm.

Seminggu, dua minggu berjalan, Alhamdulilah luar biasa perkembangannya.dengan pakan pf1000, ikan begitu cepat membesar. Untuk air hanya perlu di ganti 10 hari sekali.

Eiittt,, kembali lagi dong sama hobi gardening. Jadi, air dari lele tersebut setiap hari saya gunakan untuk menyiram tanaman setiap pagi.
Setelah seminggu, tanaman yang tadinya kuntet segitu-gitu aja, langsung kayak di bim salabim gitu.. Cepet banget nambah tinggi.
Terbukti bila air lele mengandung vitamin yang baik untuk tanaman.

Tidak puas sampai disitu, saya menambah 8 ember lagi. Total 11 ember dan 800an bibit lele.

Tapi dari sini saya ganti pakan pf1000 menjadi 781.
Ternyata ada perbedaan yang mencolok dari segi air.

Kalau dengan pf1000 kita cukup mengganti nya 10 hari sekali, maka dengan 781 air terlihat keruh dalam 5 hari.

Itu adalah hasil dari pengamatan saya.

Setelah 11 ember barulah ada kendala yang saya hadapi.
Yang pertama, tebar bibit yang kedua lele banyak yang loncat.setelah di selidiki, ternyata air nya terlalu jernih. Jadi istilahnya lele juga bisa jetlag ya teman-teman.. dia kaget karna habitatnya berbeda. Solusinya adalah di tutup untuk sementara, tapi sisakan lubang untuk sirkulasi udara. Ini berlaku jika kita tidak punya air cadangan yang sudah keruh.

Masalah kedua yaitu lele yang kepala nya menggantung. Setelah tanya-tanya ke teman di grup budikdamber, ternyata di ketahui bahwa air sudah terlalu banyak amoniak nya. Jadi lele butuh oksigen yang lebih. Solusinya adalah dengan sifon/mengganti air dengan air yang baru dan sisakan 1/3 nya air yang lama. Dengan solusi ini Alhamdulilah si kumis seger kembali.

Dan yang terakhir adalah masalah jika datang hujan, sedangkan ember di tanami tanaman yang tinggi dan tempat nya tanpa atap.
Solusinya adalah dengan memakai pagar di ember.dengan begitu tanaman yang tinggi seperti kangkung dan ketika hujan datang, ember bisa di tutup tanpa mengganggu tanaman dan sirkulasi udara si kumis.

Gardening dan budikdamber adalah satu kesatuan yang harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjaga ketahanan pangan keluarga yang bebas dari pestisida.

Semoga semua orang akan tergerak untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dan semoga semua masyarakat khusus nya Indonesia dapat menjadi masyarakat yang kuat dan tahan terhadap krisis dengan "Mandiri Pangan".

Allah telah menyiapkan bumi beserta isinya untuk di olah manusia.Tinggal manusianya saja, bisa memanfaatkan nya atau tidak.

Saya ucapkan Terima Kasih untuk semua teman-teman di grup budikdamber ini atas ilmu yang bermanfaat.Semoga dapat menjadi ladang amal untuk kita semua. 

Go green, Stay safe with Budikdamber

Budikdamber member,
Nina (Bogor) 🧕
Nama:
Komentar:
7 Jul 2020

Murti, Jakarta

Alhamdulillah pas satu bulan.... Lagi seneng senengnya makan. Start tanggal 7 Juni dengan bibit ukuran 7-10cm beli di keramba tetangga. Banyak deg deg annya secara kami belum pernah berteman dengan si kumis ini. Alhamdulillah masukan masukan dari teman di WAG budikdamber dicoba satu persatu, apa yang musti dilakukan saat lele pada upacara, saat mereka mogok makan. Pernah sampai di evakuasi coz upacara nya benar benar serentak. Anjuran pembibisan pakan, pemberian garam Alhamdulillah biidznillah efektif. Hari ini mau panen kangkungnya dan ternyata yang dari bibit lebih mudah tumbuh menurut saya.... Jazakumullah khoiron untuk ilmu dari teman teman semua special bang Dur yang sudah nyemplungin saya di WAG ini.... barakallahufikum
Nama:
Komentar:
3 Jul 2020

Dewanto, Tangerang Selatan

Bismillah. Mohon izin berbagi pengalaman. Berawal dari membaca status WA Bp. Bay Haqi ttg BUDIKAMBER, lanjut liat status2 beliau yang 'melaporkan' kegiatan sarapan, makan siang dan makan malam. Iseng Saya chat beliau.Dengan modal yang relatif sedikit, resiko Juga relatif kecil. Tapi peluangnya lumayan besar. Ember pertama langsung Saya pesan ke beliau. Berhari2 Saya 'mengisi' ember dengan air tadahan AC 🤣🤣 karna air dilingkungan kami tdk bagus. Akhirnya Saya memutuskan mengisi dengan air isi ulang utk minum (Gaya bener dah tuh si kumis 🤣). Kloter perdana Saya isi 70 ekor sebagai uji coba. Sambil terus nyimak Ilmu yang di bagikan di WAG BUDIKAMBER dan Juga wapri Bp. Bay Haqi. Alhamdulillah, si kumis menunjukan perkembangan yang bagus. Setiap memberi makan pelet, Makin Hari Makin keliatan bentuk lelenya dibanding awal di tebar. Sekarang usia sudah +-15hari dengan pertambahan panjang +-1-2 cm. Lalu, kangkung Saya dapet Minta bekasan dari tukang sayur. Hari ini usia kangkung 8 Hari, Dan sudah mulai Ada kehidupan.
Nama:
Komentar:
28 Jun 2020

Widyawati, Jawa Tengah

Assalamualaikum..hari ini diwarnai kesibukan yang lumayan ...
Dari pagi sortir 7ember...alhasil menghasilkan:.
44(1 ember) lele ukuran lumayan enak maem😀tapi eman...
4 ember ukuran sedang 
2 ember ukuran kecil...
Alhamdulillah dari tebar bibit tiap ember 60 ekor masih utuh diatas 50ekor...kematian bisa jadi hanya sekitar 1%.
Tetap semangat..
Menghadapi su kumis yang kadang ramah rakus makan.
Kadang ngambeg sampe harus sifon lagi dan sifon lagi...


Gimana dengan ember shobat semua???
Nama:
Komentar:
19 Jun 2020

Rika, Sidoarjo

Akhirnya setelah 2 minggu lebih berjuang melawan tikus, putar otak cari cara biar tikus g menganggu membuahkan hasil. sekarang tanaman kangkung d atas ember bisa hidup dengan tenang. Si kumis juga tambah besar n montok. Selera makannya pun rakus. Ngelihatnya bikin hati senang berbunga-bunga. Jadi tambah bersemangat 💪. Jadi g sabar nunggu panen. N memberi racunğ budikdamber k saudara, tetangga n teman.
Nama:
Komentar:
18 Jun 2020

M Nazar, Pandeglang

Saya pribadi lebih ke penasaran bagaimana sistem sederhana ink bisa berjalan, selebihnya jika berhasil harapannya mungkin bisa menginfluece beberapa kerabat dan tetangga untuk mencoba di rumahnya paling tidak bisa jd alternatif kegiatan karena sangat simple dan apak bilang kalo hobi ternak insyallah gada ruginya serugi ruginya paling tidak udah dapat beberapa kebaikan ilmu dan pengalaman juga kalo masih ada sisa bisa nyicipin ikan atau kangkungnya meski cuma tersisa sebiji/sebatang.. jika awalnya mungkin budikdamber diarahkan pada urban farming karena target utamanya adalah orang kota bisa ternak ikan dan tanam sayur di halaman rumah sendiri namun kini biidzinllah dengan hadirnya corona Saya kira ini bukan sekedar urban farming saja namun menjangkau seluruh aspek apalagi Allah berkahi negeri ini sebagai zamrud khatulistiwa dimana sinar matahari insyaallah tak henti hentinya terus menaungi yg merupakan salahsatu faktor penentu keberhasilan sistem ini sepertinya sangat disayangkan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja, bila perlu gerakkan satu rumah satu ember sepertinya sangat amat perlu digalakkan apalagi kita sedang dalam masa peningkatan dalam ketahanan pangan, memang bagi para praktisi bahkan pengusaha perikanan mungkin ide ini masih agak nanggung apalagi di arahkan ke analisa usaha maka hampir semua kompak kalo budikdamber cuma entertaining saja tapi praktik dilapangannya tak sedikit pula yg harus bersusah payah hanya sekedar untuk bisa ikan bertahan separuh dari tebar bahkan banyak juga yg amblass semua atau tanaman yg ditanam ternyata tak optimal tumbuhnya bahkan ada juga yg mati 
Tapi ide sederhana ini umayan cukup menyita perhatian juga sampai ada program yg dicanangkan TNI bahkan pemda provinsi demi mendukung dalam kampanye ketahanan pangan atau ada beberapa orang yg menginovasi sedikit sistemnya kemudian ia jual dan ternyata banyak juga yg order 
Ala kulli hal, apapun itu selama bermanfaat dan tak melanggar syariat tak Ada salahnya kita coba dan kembangkan barangkali ada sedikit nilai yg bisa kita bagikan ke sesama, sehingga memudahkan penemunya untuk berkesempatan mendapatkan pahala jariyah dari jerih payahnya dalam mengembangkan ilmu yg sudah ia dapatkan

#Budikdamber
Nama:
Komentar:
16 Jun 2020

Rizky, Bandung


Pagi ini bahagia rasanya liat pakcoy tumbuh subur dan segar 🤭 ada rasa senang tersendiri melihat apa yg kita tanam bisa hidup dan tumbuh ya 


Alhamdulillah semenjak belajar sama" dengan teman" di budikdamber group lele banyak sekali ilmu dan inspirasi yang sudah saya petik, dan semangat teman" di group juga terus jadi pupuk yg jadi motivasi untuk terus belajar dan berkreasi 😁 semoga kita bisa terus maju semua sama sama aminnnn

Nama:
Komentar:
13 Jun 2020

Andy, Liwa Lampung Barat

Umur kangkung 1 minggu. Usia ikan dalam ember 4 hari dari bibit 5-7cm

Daun kangkung mulai ada ulat daunnya. Diambil ulat nya masukin air aja biar dimakan lele 😁

Padat tebar 1 ember masih dibuat untuk 150 ekor. InsyaAllah usia 1 bulan di sortir, 1 ember dipecah untuk 2 ember

Pakan yg saya gunakan PF 1000 sesuai dengan ukuran bibit ikan.

Ayo yang embernya belum jadi.... Semangat

Nama:
Komentar:
10 Jun 2020

Widyawati, Jawa Tengah

Pagi ini si kumis bikin jantungan .... setelah dua hari kemarin bisa bernafas lega karena sudah mau makan dengan rakus ...
 Pagi tadi ngambeg ... dari lima ember yang mau makan cuma dua ... penasarsn saya sipon kembali ... air saya saring ... saya keluarkan semua ... ternyata ada lelayu 😭 ember 1 tewas 4 ekor, ember ke 2, 3 tewas 1 ekor, ember ke 4 dan 5 tewas 2 ekor ... ga papa tetap semangat ... sipon ganti air, kasih em4 dan garam ikan lagi ... semoga kembali lincah dan rakus lagi ...
Nama:
Komentar:
1 - 2
tizarsonic